SURAT TERBUKA UNTUK PARA GEMABALA - AKAR MASALAH KONFLIK GLORIA DAYUN DAN BPD RIAU 2024 - 2026
SURAT TERBUKA BAGI GEMBALA-GEMBALA DI PULAU SUMATRA, PULAU JAWA DAN SELURUH SEDUNIA
Akar Masalah Konflik Gloria Dayun dengan Saya, Sehingga kumpulan Gloria Dayun melalui AGS dan HST yang sangat bernafsu jadi PENDETA Berani Menendang Saya sebagai Gembala, adalah sebagai berikut:
1. Gloria Dayun Wanprestasi dan Mundur Secara Sepihak. Gloria Dayun sendiri yang memohon menjadi cabang kami dan meminta saya menjadi gembala mereka. Setelah mereka saya lantik dan tahbiskan sebagai cabang kami, dengan 20 anggota menandatangani di atas materai untuk permohonan cabang dan penggembalan dan disaksikan oleh 2 orang saksi, saya menggembalakan jemaat hingga gereja berkembang dan gedung gereja terbangun sempurna. Namun setelah itu, mereka mundur secara sepihak dengan berbagai alasan, sehingga menimbulkan persoalan sebagaimana yang terjadi saat ini.
2. Memang mental bawaan kumpulan Gloria Dayun adalah mental pembangkangan terhadap gereja lamanya. Mereka mundur secara sepihak karena indikasi AGS dan HST kecewa tidak diangkat menjadi majelis, kemudian mundur dari gereja lamanya dan mengajak jemaat sebagian dari gereja lamanya dengan cara memfitnah integritas gembala lama mereka lalu mereka membentuk kelompok yang bernama Gloria Dayun. Pada akhirnya, kumpulan ini ditolak untuk menjadi bagian dari sinode lamanya.
2. Hasutan tidak elok dari Ketua Wilayah siak/BPD Riau, yaitu inisial TS, yang memprovokasi Dayun dengan mengatakan, “Ngapain pakai pendeta dari Jakarta? Kalian yang capek-capek bangun gereja, kenapa tidak kalian saja jadi gembala?”
3. Oknum struktural BPD Riau periode 2024–2026, yang kemungkinan berinisial JS, indikasi melakukan intimidasi berbasis suku dengan melarang atau menghalangi saya melayani di salah satu PT di Riau sebagai upaya untuk menekan saya. Intimidasi tersebut diduga dilakukan dengan menggunakan pernyataan bahwa saya bukan “orang kita” atau bukan berasal dari suku mereka. Intimidasi ini diduga merupakan upaya untuk menekan saya karena pihak BPD Riau diduga membela tindakan pembangkangan Gloria Dayun.
4. BPD Riau membuat STL yang di tandatangani ES dan LN tanpa status cabang, padahal laporan saya adalah Gloria Dayun adalah cabang. Namun, di STL tidak ditulis sebagai cabang, sehingga seolah-olah berdiri sendiri. Ini merupakan skenario yang kurang elok agar membuat celah untuk pembangkangan.
5. BPD Riau periode 2024–2026 memfasilitasi, bahkan menentukan hak aset dan menentukan gembala pembian gereja cabang kami di Dayun tanpa konfirmasi yang baik, dengan membuat surat tertulis BPD SU 50 yang di tanda tangani oleh ES dan LN.
#Pesan kepada Kawan-Kawan Gembala
Bersuaralah, kawan-kawan gembala dalam perkara ini. Jangan sampai cara cara oknum oknum pengurus struktural seperti BPD Riau periode 2024–2026 di tiru dan menyebar ke mana-mana.
Kita sudah lelah-lelah dan beradarah darah demi mengembangkan gereja dan membawa nama baik organisasi kita dengan cabang-cabang yang kita bangun, tetapi pada akhirnya malah dikacaukan oleh struktural kita dan persoalannya menjadi seperti ini. "Saat ini mungkin saya yang mengalami, tetapi bukan tidak mungkin berikutnya adalah kalian"
Jadi, bersuaralah, para gembala. Mari kita sama-sama menjaga agar pelayanan, gembala, dan jemaat tidak diperlakukan dengan cara yang merugikan, serta tetap berjalan sesuai aturan dan tata gereja.
Salam dalam pelayanan.
Pdt. Dr. Syaiful Hamzah M.Th
Catatan
Kumpulan gloria dayun tidak ada satupun yang menjabat sebagai pendeta Pembantu, Muda dan Pendeta Penuh.
#TolakGloriaDayunDiOrganisasiKita
#BpdRiauWajibPatuhPatusanPusat
#TataGerejaJanganTajamKebawah
#TataGerejaJanganTumpulKeatas.
#SuarakuKarenaInternalTertutup
#SuaraHatiGembalaPerintisan
#BukaMataBukaTelinga
#JanganAbaikanGembalaPerintisan
#BicaraKarenaDiabaikan
#StopPenzalimanGembala
#StopAbuseOfPower
#OrganisasiWajibLindungiGembala