KEKRISTENAN YANG TERTIPU“Ketika yang Salah Merasa Benar, dan yang Benar Malah Disalahkan”
KEKRISTENAN YANG TERTIPU “Ketika yang Salah Merasa Benar, dan yang Benar Malah Disalahkan” Oleh Pdt. Dr. Syaiful Hamzah M.Th PENDAHULUAN Kita hidup di zaman ketika orang bisa kelihatan sangat rohani, tetapi belum tentu hidup dalam kebenaran. Orang bisa rajin ke gereja, rajin berdoa, aktif melayani, pintar bicara tentang Tuhan, bahkan memegang jabatan penting, tetapi hatinya tidak mau tunduk kepada firman. Yang lebih bahaya, seseorang bisa begitu nyaman dengan kesalahannya sampai tidak mau ditegur. Paulus sudah mengingatkan hal ini dalam 2 Timotius 4:3–4, “Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat,” mereka akan mencari guru-guru sesuai keinginannya sendiri. Yang enak didengar diterima, yang menegur ditolak. Yang membenarkan disukai, yang membongkar kesalahan dijauhi. Karena itu, penipuan rohani tidak selalu datang dengan wajah jahat. Kadang datang lewat jabatan, gelar, bahasa Alkitab, surat, tanda tangan, bahkan kata-kata tentang panggilan, pengurapa...