METODE MENGKUDETA GEMBALA
METODE MENGKUDETA GEMBALA “Pola Jemaat Pembangkang Mengkudeta Gembala: Studi Kasus — Ayat Diperalat, Nama Yesus Dijadikan Senjata” Oleh: Pdt. (c) Syaiful Hamzah PENDAHULUAN Pada hari Selasa, awal Februari 2026, seorang gembala menerima pesan WhatsApp dari seorang jemaat yang sejak lama menunjukkan pola tarik-ulur dalam keterlibatan pelayanan—kerap keluar-masuk persekutuan dan mudah tersinggung ketika ditegur. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa rohani dan diarahkan untuk menekan gembala yang sedang diupayakan untuk disingkirkan. Intinya, gembala dituduh tidak memiliki kasih, damai, dan pengampunan; dianggap tidak rela berkorban dalam pelayanan; dinilai “tidak seperti Kristus”; dipersoalkan terkait penggunaan gedung gereja dengan klaim bahwa “itu uang jemaat dan uang kami yang membangun gereja”; serta dibantah adanya keresahan di masyarakat sekitar dengan dalih bahwa “semua aman dan damai.”¹ Sekilas, kata-kata itu terdengar rohani: berbicara tentang kasih, damai, pengam...