PENIPUAN RONHANI (MODUS BUKA GEREJA)
PENIPUAN ROHANI: “Kami Hanya Mau Ibadah, Tapi Kok Dilarang?” (Fenomena Pembelaan Pembangkangan yang Memutus dan Membelah Gereja) Oleh: Pdt. Dr (c) Syaiful Hamzah M.Th PENDAHULUAN Ibadah merupakan pusat kehidupan umat percaya. Melalui ibadah, gereja menyatakan iman, syukur, dan ketundukan kepada Allah. Namun, dalam praktik kehidupan bergereja masa kini, muncul fenomena di mana aktivitas ibadah justru dijadikan pembenaran untuk menghindari kebenaran, menolak nasihat rohani, dan memisahkan diri dari persekutuan gereja. Ungkapan seperti “kami hanya mau ibadah” sering terdengar saleh, tetapi di balik itu tersimpan sikap hati yang enggan tunduk pada proses pemuridan, koreksi, dan rekonsiliasi.¹ Fenomena ini menimbulkan dampak serius bagi kehidupan jemaat. Alih-alih menjadi sarana pertumbuhan iman dan pemersatu tubuh Kristus, ibadah berubah menjadi tameng rohani yang menutupi luka batin, kepahitan, serta konflik yang tidak dibereskan. Dalam konteks tertentu, pembelaan atas nama ib...