MENUTUP GEREJA LIAR(Perspektif Eklesiologi dan Disiplin Gerejawi)
MENUTUP GEREJA LIAR (Perspektif Eklesiologi dan Disiplin Gerejawi) Ditulis Oleh: Pdt. (Dr. Cand.) Syaiful Hamzah, S.Th., M.Th. Matius 18:15–17 (TB) "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai. Perkataan Yesus dalam Matius 18:15–17 menegaskan bahwa disiplin adalah bagian esensial dari kasih dan kehidupan gereja. Yesus tidak mengajarkan pembiaran terhadap dosa atau penyimpangan, melainkan memberikan tahapan yang jelas dan tertib dalam menegur pelanggaran: dimulai secara pribadi, dilanjutkan dengan saksi, dan akhirnya dibawa kep...