POLA STRUKTURAL CAPLOKGEREJA TEMANNYA
POLA STRUKTURAL CAPLOK GEREJA TEMANNNYA SENDIRI (cara Struktural Menggeser Gembala) oleh: Pdt. (Dr) Syaiful Hamzah M.Th Pendahuluan Tidak sedikit gereja lahir dari ketaatan dan pengorbanan. Jemaat dibangun melalui air mata, doa, dan kesetiaan para pelayan Tuhan. Namun, seiring waktu, muncul pola yang memprihatinkan: gereja tidak lagi dipandang sebagai ladang pelayanan, melainkan sebagai objek “penguasaan struktural”. Pola ini sering berjalan halus, tampak rapi secara administratif, tetapi meninggalkan luka rohani yang dalam.¹ Yesus menegaskan, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk. 2:27). Prinsip ini menegur kecenderungan memutlakkan sistem di atas manusia. Struktur gereja diciptakan untuk melayani kehidupan jemaat dan misi Allah, bukan untuk menundukkan gereja lokal di bawah kepentingan kuasa. Paulus juga mengingatkan para penatua agar menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh dengan darah Kristus (Kis. 20:28). Gereja adalah mil...