Postingan

SEJARAH KONFLIK GEREJA: Refleksi atas Modus Pendirian Gereja sebagai Praktik Kekuasaan Struktural (Studi Kasus)

Gambar
SEJARAH KONFLIK GEREJA Refleksi atas Modus Pendirian Gereja sebagai Praktik Kekuasaan Struktural (Studi Kasus)     PENDAHULUAN   Tulisan ini lahir dari pengalaman nyata tentang bagaimana bahasa rohani dan struktur gereja dapat diselewengkan hingga melukai tubuh Kristus sendiri. Luka yang paling dalam seringkali bukan datang dari dunia luar, melainkan dari praktik-praktik internal yang dibungkus dengan narasi kesalehan, pelayanan, dan ketaatan struktural. Ketika bahasa iman dipakai untuk menutupi ketidakadilan, gereja perlahan kehilangan kepekaan profetisnya terhadap kebenaran.¹ Dalam kasus konflik gerejawi di Dayun, Riau, pelayanan bermula dari relasi yang baik dan komitmen yang tampak tulus. Jemaat mengajukan permohonan resmi untuk bergabung sebagai cabang, menyerahkan diri dalam penggembalaan, serta menjalani proses pembinaan dan penataan pelayanan secara pastoral. Fase awal ini ditandai oleh harapan akan pertumbuhan rohani dan tertib pelayanan, di mana stru...

MAFIA MAFIA STRUKTURAL GEREJAWI (DURI DALAM TUBUH KRISTUS)

Gambar
 MAFIA MAFIA STRUKTUR GEREJAWI  (DURI DALAM TUBUH KRISTUS) PENDAHULUAN   Tubuh Kristus dipanggil untuk kudus, murni, dan dipimpin oleh Kristus sendiri sebagai Kepala. Gereja bukanlah milik manusia, bukan pula milik jabatan atau struktur, tetapi milik Allah yang ditebus dengan darah Kristus. Karena itu, setiap bentuk pelayanan seharusnya dijalankan dalam roh pengabdian, bukan dalam roh penguasaan. Namun dalam perjalanan sejarah pelayanan, muncul fenomena yang dapat disebut mafia struktural gerejawi: orang-orang yang menyalahgunakan jabatan, aturan, bahkan nama Yesus. Mereka tampil seolah-olah rohani, namun maksud hatinya adalah menguasai, menekan, dan mengambil keuntungan. Dengan kata lain, pelayanan bukan lagi tentang pengorbanan demi Kristus, melainkan tentang kepentingan diri dan kelompok. Fenomena ini bukan hal baru. Alkitab sendiri mencatat bagaimana imam-imam kepala, ahli Taurat, dan orang Farisi menggunakan otoritas keagamaan untuk menj...