"KUTINGGALKAN KRISTEN, BUKAN KARENA AKU MEMBENCI YESUS"(Refleksi atas percakapan dengan seorang teman dan cermin bagi kehidupan bergereja)
"KUTINGGALKAN KRISTEN, BUKAN KARENA AKU MEMBENCI YESUS" (Refleksi atas percakapan dengan seorang teman dan cermin bagi kehidupan bergereja) Oleh: Pdt. Dr (c) Syaiful Hamzah M.Th Suatu hari, saya berbincang dengan seorang teman—ironisnya, dialah orang yang dahulu membimbing saya dalam kekristenan. Kami pernah tinggal bersama di pastori selama bertahun-tahun, dan ia bahkan sempat menempuh pendidikan di Sekolah Alkitab hingga tingkat 3. Sementara itu, saya tidak menempuh pendidikan Sekolah Alkitab secara formal karena banyak belajar langsung darinya. Karena itu, saya terkejut ketika ia memilih berpindah agama. Dengan hati-hati saya bertanya: “Kenapa kamu pindah agama?” Ia menarik napas panjang, lalu berkata dengan jujur dan getir: “Aku lelah dengan orang Kristen. Di mimbar bicara kasih, tetapi di lapangan mempraktikkan kebohongan dan kemunafikan. Di mulut terdengar rohani, namun sikapnya penuh penghakiman. Bahasa doanya tinggi, tetapi cara hidupnya lebih rendah dari ...