Postingan

PEJUANG NKRI - The Sin Nio: Srikandi Tionghoa yang Melampaui Identitas (Refleksi Kekristenan tentang Pengorbanan dan Kasih yang Inkarnasional)

Gambar
     I.         Abstrak Tulisan ini mengangkat kisah The Sin Nio (Teh Sin Nyo), seorang perempuan peranakan Tionghoa asal Wonosobo, Jawa Tengah, yang menyamar sebagai laki-laki untuk bergabung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia (1945–1949). [1] Dengan nama samaran Mochamad Moeksin, ia menjadi satu-satunya perempuan dalam Kompi 1, Batalyon 4 (atau 58), Resimen 18, Divisi III. [2] . Melalui perspektif teologi Kristen, kisah The Sin Nio dipahami sebagai perwujudan kenosis — pengosongan diri demi kasih yang lebih besar (Flp. 2:7). Ia tidak hanya menembus batas gender, tetapi juga melampaui sekat etnis Tionghoa yang kala itu sering dicurigai dan dimarjinalkan. Dalam pengorbanannya, The Sin Nio menghadirkan kasih yang inkarnasional — kasih yang menjelma dalam tindakan nyata, melampaui tembok ras, agama, dan identitas sosial. Tulisan ini berfokus pada makna kenosis dan inkarnasi kasih universal yang tampak dalam kehidupan The Si...