PILATUS PILATUS MODERN - REFLEKSI TEOLOGIS DAN PERGUMULAN STRUKTURAL ATAS KEKUASAAN YANG TAKUT PADA KEBENARAN
PENDAHULUAN Dalam setiap zaman, kebenaran selalu diuji di hadapan kekuasaan. Di ruang pengadilan Roma dua ribu tahun lalu, Pontius Pilatus berdiri di antara dua dunia — dunia kebenaran yang diwakili Kristus, dan dunia politik yang diwakili massa dan struktur. Ia tahu yang benar, namun menolak menegakkannya. Tindakan Pilatus bukan sekadar keputusan politik, melainkan cerminan batin manusia yang gentar pada konsekuensi kebenaran. [1] Sejak saat itu, Pilatus menjadi simbol ketakutan rohani yang berseragam kuasa — pemimpin yang tahu kehendak Allah tetapi memilih diam demi menjaga posisi, dan menukar kebenaran ilahi dengan rasa aman yang fana, seraya mengorbankan integritas nurani di altar kepentingan manusia yang sementara dan menipu. Fenomena yang sama berulang dalam sejarah gereja. Di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan kepentingan kelembagaan, tidak sedikit struktur gerejawi kehilangan keberanian profetisnya untuk berdiri teguh membela kebenaran di tengah tekanan kekuasaan. Banyak ...